Welcome

SMRC Tunjukkan 74 Persen Puas Kerja Jokowi, 67 Persen Puas soal Covid

SMRC Tunjukkan 74 Persen Puas Kerja Jokowi, 67 Persen Puas soal Covid

SMRC Tunjukkan 74 Persen Puas Kerja Jokowi, 67 Persen Puas soal Covid

Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) tunjukkan 74 % publik senang bersama kinerja Presiden Joko Widodo. Sementara 23 % lainnya mengaku tidak puas.
Bandar Bola
Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas, dalam konferensi pers daring survei nasional SMRC bertajuk ‘Sentimen Publik Nasional pada Kondisi Ekonomi-Politik tahun 2020 dan Prospek 2021’ pada Selasa (29/12).

Menurut Abbas, tingkat kepuasan ini membaik berasal dari di awalnya yang berada di angka 57 % pada periode 7-10 Oktober 2020. Dia berpendapat, penurunan selagi itu terjadi sebab keriuhan pengesahan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja.

“Kecenderungan penurunan selagi itu tampaknya berkaitan bersama maraknya unjuk rasa berkaitan UU Cipta Kerja. Namun begitu keriuhan itu selesai, mayoritas warga ulang tunjukkan kepuasannya pada presiden dan sekarang mencapai 74 persen,” kata Abbas.

Sementara 67 % publik senang bersama kinerja pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Sedangkan publik yang tidak cukup atau tidak senang berada di angka 30 persen.

Sepanjang pandemi Covid-19, dia menerangkan, tingkat kepuasan warga pada kinerja pemerintah menangani Covid-19 condong berkelanjutan di angka yang tinggi.

Namun tingkat kepuasan publik pada pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 sempat drop secara tajam menjadi 46 % pada 7-10 Oktober 2020.

Dia termasuk menuturkan, mayoritas publik senang bersama kinerja pemerintah menangani krisis ekonomi akibat Covid 19. Sekitar 57 % warga merasa puas, selagi yang tidak senang 39 persen.

Menurutnya, kepuasan bersama kinerja pemerintah menangani pemulihan ekonomi akibat Covid-19 secara umum positif dan cukup stabil.

Dalam survei SMRC ini, lanjut Abbas, termasuk tunjukkan bahwa kira-kira 75 % publik, percaya Jokowi bisa mempunyai Indonesia nampak berasal dari krisis ekonomi akibat wabah Covid-19.

“Yang tidak percaya 18 persen. Tingginya tingkat keyakinan ini nampak di survei-survei SMRC selama Mei sampai Desember 2020,” ujar Abbas.

Survei Nasional SMRC ini dikerjakan melalui wawancara per telpon kepada 1.202 responden yang dipilih secara acak (random) pada 23 sampai 26 Desember 2020 bersama margin of error tidak cukup lebih 2,9 persen.

Menurut Abbas, survei SMRC tunjukkan walau hampir 80 % warga berpikiran situasi ekonomi Indonesia lebih buruk dibandingkan tahun lalu, tetapi pada selagi yang mirip mayoritas warga percaya bahwa situasi ekonomi bakal membaik.

“Kepercayaan membaiknya situasi ekonomi ini tampaknya terkait bersama keyakinan masyarakat bahwa pemerintahan Jokowi telah menangani krisis ekonomi bersama baik,” kata Abbas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *